Bandul: Berawal Cekcok, Berakhir Dengan Pembunuhan - Peristiwa Indonesia

Sumber Berita Harian Online yang Cepat, Tepat, dan Terpercaya. Menyajikan Berbagai Kisah Serta Peristiwa Menarik Yang Terjadi Di Indonesia Dan Dunia.

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

MACAUBET

Selasa, 05 Juni 2018

Bandul: Berawal Cekcok, Berakhir Dengan Pembunuhan


Bantul - Jumiyati (33) meregang nyawa di tangan pria yang dikenalnya dari Facebook, Supriyono (48). Mayatnya ditemukan di area persawahan di Bantul, Rabu (30/5).

Supriyono menceritakan awal mula perkenalannya dengan Jumiyati pada 25 Mei 2018 lalu. Dalam waktu singkat keduanya sepakat untuk bertemu.

"Tanggal 25 (Mei, berkenalan di Facebook), tanggal 26 ini janjian ketemu," ujar Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan saat jumpa pers di kantornya, Senin (4/6).

Kemudian pada 29 Mei 2018, keduanya bertemu. Awalnya mereka berbuka puasa bersama.

"Kemudian jalan berdua ke alun-alun, puter-puter di situ mungkin sudah terjadi cekcok. (Korban) diantar pulang (sekitar pukul 21.00 WIB), di Dusun Cepoko ini korban dipukul menggunakan kayu," urainya.

Peristiwa lainnya

Kepada wartawan, Supriyono mengaku tega membunuh Jumiyati karena dimintai uang. Namun Supriyono menolak karena merasa sudah memberi uang sebelumnya.

"Kemarin itu (korban) minta uang lagi untuk beli, buat lebaran," kata Supriyono kepada wartawan di Mapolres Bantul, Senin (4/6).

Sebelum peristiwa pembunuhan tersebut, Supriyono mengaku sudah membelikan baju dan cincin untuk korban. Akan tetapi korban terus meminta uang kepadanya.

Karena tak memiliki uang, permintaan tersebut tak diturutinya. Setelahnya terjadi adu mulut di antara keduanya.

Peristiwa lainnya

"Di jalan itu saya dipukuli terus, dipukul pakai tangan, terakhir pakai helm tiga kali atau empat kali. Tapi helmnya pecah," ungkapnya.

Sesampainya di Bulak Cepoko Bantul dia memukul korban memakai kayu yang berada di lokasi.

"Sebetulnya tujuan saya nggak membunuh. Cuma spontan saja karena saya juga marah," ucap pria yang masih beristri ini.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo saat ditemui wartawan di Mapolres Bantul, Kamis (31/5) menjelaskan penyebab kematian Jumiyati. Jumiyati dipukuli menggunakan sebatang kayu.

"Sebab kematian (korban) karena kekerasan timbul di belakang kepala yang mengakibatkan patah tulang tengkorak berkeping dan pendarahan otak besar, otak kecil. Kalau itu (waktu meninggal) tidak ada keterangan," sebutnya.

SUMBER: detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

indosportbook.com

Pages